Selasa, 06 April 2010

Pengambilan Data

Penganbilan data dengan cara angket

Dalam panganbilan data ini saya memberikan angket kepada orang - orang yang saya temui, yang berisi pertanyaan tentang acara televisi yang paling disukai. Pertanyaannya adalah sebagai berikut :

1. Program apa yang paling anda lihat di televisi?
a. Berita
b. Sinetron
c. Kartun
d. Musik

2. Seberapa sering anda melihat acara kesayangan anda di televisi?
a. Setiap hari
b. 2 hari sekali
c. Seminggu sekali
d. Sebulan sekali

3. Seberapa besarkah pengaruhnya acara televisi kesayangan anda terhadap anda?
a. Sangat berpengaruh
b. Biasa saja
c. Tidak berpengaruh
d. Sangat tidak berpengaruh

4. Dengan siapa anda melihat acara televisi kesayangan anda?
a. Sendiri
b. Keluarga
c. Teman
d. Pacar

5. Menurut anda apakah acara televisi di Indonesia sudah memberikan informasi yang bagus kepada masyarakat Indonesia?
a. Sudah
b. Belum
c. Tidak tahu

Ada 10 orang yang saya temui dan saya berikan pertanyaan diatas, dan jawaban mereka pun beraneka ragam. Tetapi dapat disimpulkan hasil dari jawaban mereka itu:

1. Program apa yang paling anda lihat di televisi?
a. 2 orang
b. 2 orang
c. 3 orang
d. 3 orang

2. Seberapa sering anda melihat acara kesayangan anda di televisi?
a. 5 orang
b. 2 orang
c. 2 orang
d. 1 orang

3. Seberapa besarkah pengaruhnya acara televisi kesayangan anda terhadap anda?
a. 6 orang
b. 3 orang
c. 1 orang
d. Nihil

4. Dengan siapa anda melihat acara televisi kesayangan anda?
a. 5 orang
b. 3 orang
c. 1 orang
d. 1 orang

5. Menurut anda apakah acara televisi di Indonesia sudah memberikan informasi yang bagus kepada masyarakat Indonesia?
a. 2 orang
b. 6 orang
c. 2 orang

Pupuk Langka, Petani Resah

Liputan6.com, Serang: Memasuki musim tanam, para petani padi di Serang, Banten, Selasa (6/4), dilanda keresahan dan kebingungan, menyusul menghilangnya Pupuk ZA bersubsidi dari sejumlah koperasi dan distributor pupuk di daerah tersebut. Wilayah yang paling dirasakan menghilangnya pupuk, adalah kabupaten dan Kota Serang.

Royani, seorang petani di daerah Cipocok Jaya, Serang, mengatakan, sudah dua pekan ini mencari pupuk ke sejumlah pengecer dan distributor, namun selalu kosong, meskipun ada, harganya melonjak tajam. Selain kelangkaan pupuk, Royani juga mengeluhkan kebijakan Dinas Pertanian Provinsi Banten, yang hanya memberikan sedikit pupuk bersubsidi ke petani melalui koperasi, akibatnya jumlah pupuk tak sebanding dengan luas area persawahan.

Selain itu, petani juga mengeluhkan tidak adanya program pompa air menjelang memasuki musim kemarau tahun ini. Para petani mengaku hanya bisa pasrah dengan kelangkaan ini, sebagian dari mereka tetap menanam, dan menggantinya dengan pupuk kandang. Sedangkan hingga kini pihak Dinas Pertanian setempat, belum melakukan upaya pengadaan pupuk melalui operasi pasar.(ARL)

Sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20100406/tpl-pupuk-langka-petani-resah-9c562ac.html

Sabtu, 03 April 2010

Paragraf Deuktif dan Pargraf Induktif

paragraph deduktif dan paragraph induktif
Paragraf deduktif adalah dimana gagasan utamanya terletak di awal pargraf, sedangkan paragraph induktif adalah diman gagasan utamanya terletak di akhir paragraf .
Berikut ini adalah contoh dari paragraph deduktif dan paragraph induktif :

Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung kearah luar. Cermin cembung biasanya digunakan untuk spion pada kendaraan bermotor. Bayangan cermin cembung bersifat maya, tegak lurus, dan lebih kecil ( diperkecil ) daripada benda yang sesungguhnya.
Paragraph diatas merupakan paragraph deduktif, dimana gagasan utamanya terletek di awal paragraph. Kalimat yang menjadi gagasan utamanya adalah Cermin cembung yaitu


Tsunami dapat terjadi karena adanya gempa bumi di bawah laut. Gempa bumi ini dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba. Kesetimbangan air yang ada di atasnya menjadi terganggu. Akhirnya terjadilah aliran energy air laut. Aliran air laut ini ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar. Gelombang besar inilah yang disebut tsunami.
Paragraf di atas merupakan paragraph induktif dimana gagasan utamanya terletak di akhir paragraph. Kalimat yang menjadi gagasan utamanya adalah Aliran air laut ini ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar.

Selasa, 02 Maret 2010

ANGANKU

Jika sang waktu dapat berputar kembali

Aku ingin kembali kepada cinta pertamaku

Aku ingin kembali mencintainya

Aku ingin kembali menyayanginya dengan sepenuh hati

Dan takkan terulang kesalahan terdahuluku

Aku tak ingin menyakitinya

Aku tak ingin kehilangannya

Dan aku tak ingin mengecewakannya

Kini penyelesaian pun dating menghampiriku

Bayang-bayang wajahmu pu selalu ada dalam mimpiku

Nama mu pun selalu ada dalam otakku

Dan sang waktu pun menghampiriku

Kau pun kini telah pergi dari ku

Memang di dunia takkan ada yang abadi

Tetapi dirimu dalam hatiku akan tetap abadi selamanya

Takkan ada pengganti dirimu dihatiku

Tulisan ( Ragam Bahasa )

Definisi/Pengertian Bahasa, Ragam dan Fungsi Bahasa - Pelajaran Bahasa Indonesia


Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.

Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.

Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).

Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.

Sumber : http://organisasi.org/definisi-pengertian-bahasa-ragam-dan-fungsi-bahasa-pelajaran-bahasa-indonesia

Rabu, 24 Februari 2010

Tulisan ( Ragam Bahasa )

Ragam bahasa berdasarkan media/sarana
  1. Ragam bahasa Lisan

Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

  1. Ragam bahasa tulis

Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

Contoh

Ragam bahasa lisan Ragam bahasa tulis

1. Putri bilang kita harus pulang 1. Putri mengatakan bahwa kita harus pulang

2. Ayah lagi baca koran 2. Ayah sedang membaca koran

3. Saya tinggal di Bogor 3. Saya bertempat tinggal di Bogor

Sumber : http://intl.feedfury.com/content/15241462-ragam-bahasa.html

SEPIKU

Aku berdiri di tengah malam yang sunyi dan sepi
Tak ada seorang pun yang menemani
Hanya dedaunan yang kering dan berserakan sepidi jalan
Damn semilair angiln malam
Itualah temanku dalam sepi
Kulihat kanan dan kiri gelap gulita
Hanya suara jangkrik yang kudengar di kegelapan
Sejenak ku pun terdiam
Saat langkahku berada di persimpangan jalan
Aku tak tahu harus kemana aku melangkahkan kakiku
Bibirpun terdiam membisu
Oh Tuhan kirimkanlah seseorang tuk temani sepiku